optimis dan pesimis

Disaat saya terlalu optimis untuk mencapai cita-cita, saya benar-benar setia untuk satu tujuan tersebut, tidak ada sama sekali perasaan untuk selingkuh atau melirik hal lain yang juga menggiurkan tentunya.

Ada kalanya keoptimisan tersebut membuat sakit hati.
Percaya ga?

Ada satu contoh yang mungkin cukup baik untuk anda coba, ya itung-itung sebagai pengalaman hidup yang tak terlupakan.. Tapi tenang saja, resikonya cuma dua, sakit hati atau senang luar biasa.

Cobalah anda untuk meraih satu tujuan yang anda impikan dan dalam proses pencapaian tujuan tersebut optimiskan diri anda. Jangan terpengaruh oleh godaan-godaan disekeliling. Intinya jangan sampai anda selingkuh melainkan selalu teguhkan keoptimisan anda. Pastikan pada saat terakhir tujuan hampir teraih, anda sama sekali tidak menemukan kesalahan yang anda lihat sendiri atau terlihat oleh orang lain.

Kemudian pada akhirnya, ternyata cita-cita tersebut tidak sampai ketangan anda dan anda pun tidak tau sama sekali penyebabnya.

sabar... sabar... tabah.... belum jodoh kali.. Tuhan ngasih jalan lain yang lebih baik kali..
Hehehehe, menurut anda kesalahan ada dimana?
Pertama, kita sudah optimis, hal ini sangat bagus apalagi menurut teori The Secret
Kedua, kita tidak punya kesalahan / hambatan (or we can say "it was perfect!")
Ketiga, ga ada ketiga... lha wong udah sempurna kok, ga ada kesalahan sama sekali..

Apa kita menyalahkan cita-cita tersebut?
menyalahkan Tuhan?
menyalahkan Teori The Secret?
menyalahkan Alam?

Malah saya berpendapat, tidak ada kesalahan sama sekali. "Like I said before, it was perfect!"

Hal tersebut biasanya sangat terasa sakit hatinya, dibanding jika ditengah jalan anda melakukan perselingkuhan terhadap hal lain, atau anda melihat kesalahan yang anda perbuat. Dengan kata lain pesimis akan muncul ditengah jalan dan mengganggu keyakinan kita untuk meraih cita-cita tersebut. Jika sudah begitu ketika kita tidak mendapati cita-cita tersebut, ada perasaan memaklumi, kita sadar akan akibat dari kesalahan kita. Sakit hati muncul karena kesalahan kita. Dan ini sudahlah sangat umum dan sering kita jumpai.



Terus???


Intisari yang bisa saya katakan disini adalah:
  1. Tuhan/alam/the secret atau apapun yang anda yakinini tidak dapat diandalkan
  2. Optimis tidak selalu membawa hal yang lebih baik
  3. Sesuatu yang sempurna belum tentu selalu sempurna

hehehehe rusuh bener..


Coba saya koreksi dikit dan rangkum menjadi satu paragraf saja:

if (believe(God)) then
...
Just belive it whatever happen
...Kita jalani aja tugas perutusan dari Tuhan ini di dunia
...God has already given our own life path
else if (not believe(God)) then
...why dont you try to believe?
else
...bebaslah cuy..
end if

No comments:

Post a Comment